Tampilkan postingan dengan label Fanfiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fanfiction. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juni 2012

Story of Sunny and sungmin ~Chapter 4~


Chapter 4


“Oppa!”
“Anyeong” Sungmin hanya tersenyum salah tingkah
“Ini sudah malam oppa!”
“Aishh.. kau tidak sopan membiarkan tamu berdiri di luar”
“Oppa yang lebih tidak sopan bertamu tengah malam seperti ini”
“Ya sudah kalau begitu..” kata Sungmin lesu dan hendak pergi
“Ahh. Tidak oppa silahkan masuk” kata Sunny merasa tidak enak
Lalu Sungmin masuk. Ia memperhatikan Sunny yang menggunakan baju tidurnya, wajahnya yang pucat tanpa make up dan rambut panjangnya yang tergerai berantakan. Ia tersenyum ‘dia terlihat cantik’
“Oppa kenapa senyum-senyum sendiri?” kata Sunny mengerutkan keningnya
“Ani..”
“Mau minum teh oppa?”
“Boleh”
Sunny pergi ke dapur dan beberapa menit kemudian membawakan dua mug teh mengepul dan menyerahkan salah satunya kepada Sungmin. “Ini oppa” ia tersenyum kemudian seketika itu juga ia mengernyit “oppa, oppa pakai apa itu?”
“Apa maksud... EEEHH??!!!” Sungmin terkejut sendiri melihat dirinya sendiri. Ternyata ia tidak sadar keluar dorm dengan menggunakkan baju tidur terusan berwarna pink!! “A..anii” Sungmin salah tingkah dan tertunduk malu. “Aku malu sekali Sunny melihatku dengan penampilan seperti ini..”
Sunny hanya bengong, ia tersenyum, lama-lama ia tertawa terbahak-bahak..
“Yah.. jangan menertawakanku seperti itu..” ia mengguncang bahu Sunny tapi Sunny tidak berhenti tertawa, “Yah..” serunya lesu lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Sunny melihat Sungmin yang malu merasa tidak enak dan berhenti tertawa “Mianhe oppa, hanya saja..” Sunny tersedak menahan tawa “Lee Sungmin yang gentleman ternyata punya sisi manis juga” ia tersenyum ke arah Sungmin. “Oppa tidak usah malu, ini kan cuma aku” kata Sunny sambil menarik tangan Sungmin yang menutupi wajahnya.
“Kau tidak berpikir aku aneh kan?” kata sungmin.
“Hmmm..sebenarnya aneh sih oppa. Tapi oppa begitu manis jadi memakai daster pink pun tetap cocok!” serunya ceria tanpa sadar ia masih memegang tangan Sungmin. Mereka melihat tangan Sunny yang menggenggam tangan Sungmin. Buru-buru Sunny melepaskan tangannya “Mianhe” lalu buru-buru mengambil mug tehnya dan meminumnya dengan cepat lupa tehnya masih panas “Kyaa! Panas!” teh menetes dari mulutnya.
“Aduh Sunny hati-hati” Sungmin membersihkan teh dari bibir Sunny.
Sunny diam terpana. Tangan Sungmin terasa begitu.. dingin? “Oppa kedinginan?” tanya Sunny.
“Tidak, kenapa?” kata Sungmin ‘Justru sekarang aku kepanasan’ katanya dalam hati.
“Tangan oppa terasa dingin”
“Benarkah?” ia menggosok-gosok tangannya.
“Minum tehnya oppa”
“Ne..”
“Sunny kamu tidak mengantuk? Kalau ngantuk tidur aja.. aku temani.”
“Tidak” sunny menggeleng “rasanya sayang kalau mengantuk” ia memadangi mug tehnya
“Kenapa?” tanya sungmin heran
“Tidak setiap hari kan oppa ada di dorm SNSD dengan memakai daster pink.. heheheh”
“Yah! Lee Sunkyu! Kau menghinaku ya? Awas ya..” Sungmin meletakan mug nya dan mulai menggelitik Sunny
“Oppa! Oppa! Geliiiiiiii.. sudahh!!! Oppa..!! iyaa maaf! Maaf! Aku Cuma bercandaaaa..” Sunny terengah, mendorong Sungmin sebisanya namun Sungmin tetap saja menggelitik Sunny sampai keduanya terjatuh dari sofa dengan posisi Sungmin berada di atas Sunny.
“OPPA!!! Hentikan!!” Wajahnya sudah memerah karena kelelahan menjerit dan tertawa. Akhirnya Sungmin berhenti, ia memandang Sunny yang terengah-engah. Sungmin hanya diam, tak bergerak. Sunny pun begitu, ia hanya diam memandangi Sungmin.
‘Otoke? Otoke? Sungmin oppa apa yang...’ kata Sunny dalam hati.
‘Yah! Lee Sungmin! Ayo cepat bangkit, kenapa kau diam saja?’ kata Sungmin dalam hati.
Tiba-tiba handphone Sunny berbunyi, mereka buru-buru bangkit salah tingkah. Sunny segera mengangkat telepon.
“Yeoboseo” jawab Sunny
“Sunny kau belum tidur?” kata Tiffany yang meneleponnya
“Ehh.. iya sebentar lagi. Aku sedang minum teh. Ada apa?”
“Aku takut kau tidak bisa tidur dan kesepian jadinya aku meneleponmu”
“Ahh..kau baik sekali.. tapi aku baik-baik saja. Jangan cemas, kau sedang bersama teman-temanmu kan?”
“Iya.. kau baik-baik saja kan?”
“Iya. Sudah sana.. nanti teman-temanmu menunggu..”
“Yasudah.. dahhhh” Tiffany menutup teleponnya.
Sunny menutup teleponnya dan mendapati sungmin tengah memandangnya. “Wae oppa?” tanyanya bingung.
“Ah.. Ani” kata Sungmin sambil memalingkan wajah salah tingkah, “Tadi siapa?”
“Ahh.. Tiffany.. dia khawatir aku tidak bisa tidur karena sendirian di dorm. Seperti oppa yang juga mencemaskanku” Sunny tersenyum manis.
“Kamu memang benar tidak bisa tidur karena sendirian?” tanya Sungmin. Sunny hanya diam saja.
“Sunny ayo sini tidur sudah hampir subuh..” Sungmin mengambil bantal kursi dan meletakannya di pangkuannya. Ia menepuk bantal itu menyuruh sunny untuk tidur di situ. “Ada aku di sini jadi tidur saja yah..”
“Eh??” Sunny terkejut. “Tidak apa-apa?”
Sungmin lebih terkejut lagi ‘Sungmin! Kenapa kau berani melakukan ini? Kadang-kadang perilakuku sendiri mengejtukanku’ tapi ia tetap berkata, “Tentu, sini..” Sungmin menarik tangan Sunny dan Sunny berbaring di pangkuan Sungmin. Jantung Sungmin berdebar-debar kencang sekali ‘Semoga ia tidak mendengar debaran jantungku!’
Sunny meringkuk di sofa dengan kepalanya berada di pangkuan Sungmin. ‘Otoke? Otoke? Aku merasa.. bahagia sekali!!!! Rasanya jantungku mau copot saking senangnya!!! Semoga oppa tidak mendengar debaran jantungku!’
Sungmin memadang Sunny yang mulai menutup matanya. Perlahan tangan Sungmin membelai rambut Sunny dengan Lembut. Ia tersenyum ‘Sunny Sarang hae’ katanya dalam hati.
Sunny merasakan rambutnya dibelai oleh sungmin. Jantungnya berdetak semakin keras, ‘Andai waktu bisa berhenti saat ini. Aku tidak boleh tidur!! Tidak! Bagaimana begitu terbangun aku di sini hanya sendirian dan semua ini cuma mimpi? Tapii aku ngantuk sekali.. Oppa aku bahagia sekarang. Sungmin oppa.. sarang hae’ kata Sunny lalu ia tertidur.


To be continued~

*makasi lo buat yang udah baca. kkk~

Kamis, 24 Mei 2012

Story of Sunny and Sungmin ~Chapter 3~


Story of Sunny and Sungmin

Chapter 3

*Buat semua para pembaca yang baca fanfic ku. special for you ^^*

<3 <3 <3

“Yah! Kyuhyun! Kau berisik sekali! Aku mau tidur tau!” Sungmin berseru jengkel
“Sungminnie hyung yang manis ko kasar sih? Aku kan cuma main game..” jawab Kyuhyun sambil lalu “Lagipula hyung yang lain baik-baik saja ko. Mereka sudah tertidur pulas!”
“Grrrr.. tidak tau orang lagi capek apa” Sungmin bergumam
“Sudah sih hyung tinggal tidur aja. Gitu aja ko repot!” kata Kyuhyun sambil main game
Aishh.. anak ini. Ya sudahlah aku akan mencoba tidur’ Sungmin berbaring di tempat tidurnya dan menutup badannya sampai kepala dengan selimut. ‘Aisshh.. jadi tidak bisa tidur. Ngapain ya??’ Sungmin memainkan handphone nya dan tidak sadar ia mengarahkan phonebooknya ke nomor Sunny ‘Sunny sudah tidur tidak ya? Kalau aku sms ganggu ga ya?’ ia mulai mengetik..

Sunny aku tidak bisa tidur

Lalu ia menghapus lagi sms nya ‘ah terlalu gamblang. Memangnya aku pacarnya?’ lalu ia memulai lagi

Sunny ada siapa saja di dorm mu?

Lalu ia menghapus lagi sms nya ‘pertanyaan bodoh ya tentu saja ada anggota SNSD. Lagipula ngapain juga aku menanyakan orang lain?’

Sunny lagi apa?

Lalu ia mengahpus lagi sms nya ‘ah rasanya ini tidak benar, kalau ia lagi tidur gimana?’ lalu ia memulai lagi

Sunny sudah tidur?

‘Ah sudahlah begini saja!’ lalu ia menekan tombol send. ‘Yah! Lee Sungmin! Ini hanya mengirim sms kenapa kau begitu bodoh dan canggung?’ setelah beberapa saat Sunny pun membalas. “Ternyata dia belum tidur!” katanya senang.
Setelah beberapa menit sms-an Sungmin mengetahui kalau Sunny sendirian di dorm. “Eh? Dia sendirian?” ia mulai mengetik balasannya.

Ah.. kasihan sekali. Sudah kamu ke dorm Suju saja

‘Eh? Mangajak Sunny ke dorm Suju tengah malam buta gini? Apa yang kau pikirkan Lee Sungmin!’ lalu ia menghapus smsnya lagi. Lalu mulai mengetik lagi

Sabar saja ya Sunny. Sekarang cepatlah tidur dan berharap pagi segera datang

‘Yah! Sungmin! Sejak kapan kau menjadi pria kejam dan dingin?’ lalu ia menghapus sms nya lagi. Ia berpikir lama sekali untuk membalas sms dari Sunny.

Kamu sendirian? Mau aku temani?

Tanpa banyak pikir lagi sungmin segera menekan tombol send. “Uwaa!! Kenapa aku mengirim sms seperti itu?? Nanti dia .. Aishh maluu nyaaaaaaa.....”
***
“Eh?” Sunny beberapa kali membaca balasan sms dari Sungmin. “kenapa oppa.. sebaiknya aku membalas apa ya?” ia mulai mengetik balasan smsnya.

Tidak apa oppa. Lagipula sekarang sudah malam. Sana tidur! :)

Ia menekan tombol send, lalu setelah beberapa menit Sungmin membalas smsnya.

Sebenarnya aku sedang tidak bisa tidur..

“Dasar oppa! Tapi sekarang sudah malam oppaaa..” ia mengetik sms balasan sambil tersenyum.

Aku temani sms saja ya?

Sunny menunggu balasan Sungmin. Setelah 5 menit Sungmin tidak membalas. 15 menit kemudian handphonenya sama sekali tidak berbunyi. 30 menit sudah berlalu tetap saja tidak ada balasan.
“Ko oppa ga balas? Apa dia sudah tidur? Katanya ia tidak bisa tidur, gimana sih?” Sunny menggerundel dan bangkit dari tempat tidurnya “atau jangan-jangan dia marah? Ah.. mana mungkin dia marah? Apa sebaiknya aku telepon saja ya?” lalu sunny menelepon sungmin. Beberapa lama tidak ada yang mengangkat lalu
“Yeoboseo?” terdengar suara Sungmin
“Ah oppa! Kenapa sms ku ga dibalas? Oppa marah ya?” seru Sunny cemas
“Ani..” jawabnya lesu
“Oppaa.. wae?”
“Sunny aku ada di depan pintu dorm mu”
“Mwooo???” Sunny terkejut, ia langsung berlari ke pintu depan dan membukanya dan ternyata benar Sungmin ada di depan pintu dormnya.

***
Sungmin entah mengapa merasa canggung menunggu balasan dari Sunny. “Kira-kira ia bakal membalas apa ya?” lalu handphonenya berbunyi. Segera ia membuka inboxnya dan membaca balasan dari Sunny

Tidak apa oppa. Lagipula sekarang sudah malam. Sana tidur! :)

Ia merasa sedikit kecewa lalu ia buru-buru mengetik sms balasannya

Yah! Kamu tidak mau aku temani ya?

Ia akan menekan tombol send tapi ia kembali menghapus smsnya. “Aku kan tidak mungkin memarahi Sunny. Lagipula ia benar ini sudah malam” akhirnya ia membalas

Sebenarnya aku sedang tidak bisa tidur..

Dan Sungmin mendapat balasan

Aku temani sms saja ya?

“Mwoo? Kenapa kamu membalas seperti itu?” Sungmin meletakan handphonenya dan tidak membalas sms dari Sunny. ‘tapi memangnya apa balasan yang kau harapkan Sungmin?’ ia hanya berbaring beberapa menit di tempat tidurnya dan tiba-tiba ia bangkit.
“Yah! Hyung! Kenapa kau tiba-tiba bangun? Kau membuatku kaget tau!!!!” seru Kyuhyun yang masih berkutat dengan game di laptopnya.
“Aku keluar dulu” kata sungmin singkat mengambil handphonenya lalu pergi keluar kamar
“Yah! Mau kemana malam-malam begini? Dan hyung! Kau tidak mungkin keluar dengan penampilan seperti itu!!!”
Sungmin keluar dari dormnya dan tanpa berpikir ia berjalan menuju dorm SNSD dan tiba-tiba saja ia sudah berada di depan pintu dorm. Lalu handphone nya berbunyi, itu telepon dari Sunny dan seketika itu juga pintu sudah terbuka dan tampak Sunny di hadapannya.

To be continued..

Rabu, 05 Oktober 2011

Story of Sunny and Sungmin -Chapter 2-

Daripada ga ada gawe mending posting fanfic deh.
walau autis.. posting ndiri, baca ndiri hehehe.
iseng-iseng nih ngesearch blog ini di google tapi ko ga ketemu ya? aneh sekali.. ga ngerti ah..

okey deh.. this is it!!

*Sunny and Sungmin Fanfiction*


Chapter 2


“Baiklah! Kita mulai lagi! 1 2 3 4! 1 2 3 4!” kata koreorgrafer SNSD Kim So Hee. “Sunny! Yuri! Kalian selalu saja salah!”
“Maaf!” seru keduanya
“Aduh kalian ini selalu salah!” kata Hyeoyeon.
Mereka berdua hanya menjulurkan lidahnya sementara Hyeoyeon hanya geleng-geleng kepala.
“Sudahlah Hyeoyeon. Ini kan bukan kali pertama mereka melakukan kesalahan, kita semua kan sudah terbiasa” ucap Taeyeon.
“Tuh kan Taenggoo saja bisa memaklumi!” kata Sunny.
“Sudah-sudah kalian istirahat saja dulu” kata So Hee-ssi
“Baik!!” seru semuanya sangat senang sekali diperbolehkan istirahat karena mereka sangat lelah sekali. Mereka sudah latihan kira-kira 3 jam.
Sunny menghembuskan nafas lega. Ia benar-benar lelah. Ia keluar ruang latihan dan melihat Sungmin bersama Kyuhyun berjalan di ujung koridor. Sungmin tanpa sengaja melihat ke arah Sunny lalu melambai ke arahnya. Sungmin menyuruh Kyuhyun untuk duluan dan manghampiri Sunny. Sunny pun berjalan ke arah Sungmin.
“Lelah?” tanya Sungmin
“Sangat! Kita sudah latihan selama 3 jam tanpa berhenti. Yaa oppa pasti tahu seberapa melelahkannya latihan koreo.”
“Yaa tentu saja. Kau berkeringat banyak sekali” kata Sungmin lalu mengeluarkan tissue dari sakunya dan melap dahi Sunny.
“Aahhhh.. oppa tidak perlu” Sunny menepis tangan Sungmin sambil tersipu malu.
“Tidak apa-apa. Coba kamu diam dulu ya. Jangan bergerak-gerak terus” Sungmin meneruskan melap keringat Sunny. “Nah sekarang sudah”
“Terima kasih, oppa baik sekali” ucap Sunny tertenduk malu
“Tidak masalah adik kecilku! Mau minum?” Sungmin menawarkan cola yang sudah dibuka olehnya “ini bekas aku sih. Hehehe. Atau aku belikan saja yang baru?”
“Tidak apa oppa. Boleh ya? Aku haus sekali” kata Sunny sambil mengambil kaleng cola yang sudah setengah habis dan meminumnya sampai habis “Fuahh!! Segar sekali! Eh oppa tapi maaf cola nya habis.. hehehe”
“Tidak apa-apa. Tapi kamu harus menggantinya ya!”
“Aisshh.. arasso arasso!” kata Sunny.
Lalu terdengar Handphone Sungmin berdering “Halo?” jawab Sungmin,
“Yahh! Sungmin! Kau ada dimana? Beli minum ko lama sekali?” kata Leeteuk dari telepon.
“Ah iya Hyung aku akan segera ke sana.” Lalu ia menutup teleponnya “Maaf Sunny aku harus pergi dulu. Oiya kamu selesai latihan jam berapa? Nanti aku jemput, kita sama-sama ke stasiun Radio”
“Jam 5 oppa”
“Ok. Sampai ketemu nanti ya!” kata sungmin lalu seperti biasa mengacak rambut Sunny.
Sunny melambai singkat lalu kembali ke ruang latihan sambil tersenyum. Tanpa disadarinya, semua anggota SNSD diam-diam menonton dirinya dan Sungmin.
“Ciee Ciee ada apa nih sama Sungmin oppa?” goda Jessica
“Anio Sica unnie. Hanya oppa dan dongsaeng  pada umumnya” jawab Sunny sedikit tersipu
“Aku juga dongsaeng nya, kenapa aku tidak dilap keringatnya dan ditawarkan minum ya?” goda Yoona
“Aku kan partner siaran ku di Chunji” jawab sunny salah tingkah, “Tunggu! Kalian ngintip ya!!”
“Hahahaha!!! Kita cuma menonton bukan ngintip Sunny sayang.. lagipula aku mantan partnernya, ko tidak diperlakukan seperti kamu??” kata Sooyoung ikut-ikutan menggoda.
“Yahh!! Kalian ini! Sudah, sudah! Ayo latihan lagi!”

***

Pukul jam 5 tepat Sungmin sudah menunggu di depan ruang latihan SNSD. Ia duduk di depan sambil memainkan nintendo ds nya.
“Sungmin oppa lagi nunggu siapa?” tanya Seohyun
“Ah kalian sudah selesai latihannya?” Sungmin malah balik nanya
“Pasti lagi nunggu Sunny kaaaannnnn???? Siapa lagi?” tiba-tiba Taeyeon datang
“Oppa!” seru Sunny datang bersama Sooyoung
“Sunny sudah selesai? Mau pergi sekarang?” tanya Sungmin
“Uwaaa!! Kalian mau nge date ya???” seru Tiffany heboh
“Anio! Sungmin oppa hanya menjemputku dan pergi ke stasiun Radio bersama” jawab Sunny mulai salah tingkah digoda band mates nya.
“Ehh??! Yah! Sungmin oppa! Kenapa kau tidak pernah bersikap sebaik ini kepada ku waktu kita berpartner?” kata Sooyoung.
“Eh.. ini kebetulan saja Sooyoung. Aku juga baru selesai latihan jam 5 ya sekalian saja berangkat bersama” jawab Sungmin mulai salah tingkah.
Sunny yang tidak tega melihat Sungmin digoda band mates nya segera menyela “Sungmin oppa ayo berangkat nanti telat! Dah teman-teman!” Sunny melambai singkat lalu menggandeng tangan Sungmin dan pergi dari situ.
Setelah sampai di parkiran Sunny berkata “Maaf ya oppa, mereka membuat oppa tidak nyaman” Sunny tidak sadar kalau dia masih menggandeng tangan Sungmin
“Tidak perlu minta maaf Sunny. Aku tidak apa-apa ko” Sungmin tersenyum manis sekali membuat Sunny melongo terpesona melihat senyuman Sungmin. “Sunny ko bengong?” tanya Sungmin.
“Ah tidak apa-apa oppa” jawab Sunny malu.
“Ayo masuk ke mobil” ketika akan masuk ke mobil Sungmin menyadari kalau Sunny menggandeng tangannya.
Sunny memperhatikan Sungmin melihat tangannya yang menggandeng tangan Sungmin “Ah!! Maaf oppa” ia buru-buru melepaskan tangannya.
Sungmin hanya tersenyum “Ayo masuk ke mobil”

***

“Aisshh.. hari yang melelahkan” kata Sunny seusai siaran.
“Kasihan adik kecilku” ucap Sungmin sambil mengusap-usap kepala Sunny, “Hari ini mau langsung pulang saja? Tadinya aku mau mengajakmu makan dulu”
“Mau oppa! Aku mau makan dulu sama oppa!” jawab sunny bersemangat. Terlalu bersemangat malah.
“Aishh.. Bersemangat sekali! kau tidak terlihat seperti orang yang kelelahan!” Sungmin tersenyum.
“Kalau ada oppa, rasanya semangat terus!” jawab Sunny tanpa berpikir
“Benarkah?” tanya sungmin lalu mengambil sejumput rambut Sunny dan memainkannya dengan jarinya.
“Eh? Hehehe..” Sunny tertunduk malu. ‘Aduh Sunny kamu ngomong apa sih? Kan jadinya malu sama Sungmin oppa!!’ katanya dalam hati.
“Wae?” tanya Sungmin masih memainkan rambut Sunny lalu tanpa sadar membawa rambutnya ke bibirnya. ‘Dia manis sekali. Rasanya aku ingin menciumnya.. Tunggu, Sungmin apakah kau barusan berkata ingin menciumnya?’ pikirnya dalam hati.
Jarak mereka yang sangat dekat membuat Sunny berdebar-debar. Ia tidak berpikir ia hanya bisa memandangi Sungmin tanpa berkedip ‘oppa kenapa mainin rambutku? Kan jadi tambah tegang!!! Sunny bertahanlah!!’ rasanya ia merasa akan pingsan saking tegangnya.
“Sunny, Sungmin! Kalian belum pulang?” tiba-tiba Produser Soon datang tanpa pemberitahuan. Mereka berdua kaget dan buru-buru duduk tegak kembali.
“Iya produser. Kami akan segera pulang, ayo Sunny” Sungmin memberi isyarat agar Sunny mengikutinya, “Selamat malam Produser kami pulang dulu”
“Selamat malam Produser Soon” sunny pun pamit.
Di perjalanan menuju parkiran, Sunny hanya diam saja. Ia masih malu dan tegang untuk berbicara.
“Sunny ko diam saja? Kamu beneran capek ya? Ya sudah kita langsung pulang saja” kata Sungmin.
“Tidak oppa. Aku masih mau makan ko sama oppa!” jawabnya bersemangat.
“Baiklah kalau begitu!”

***

“Terima kasih oppa hari ini juga oppa mentraktirku makan” kata Sunny
“Tidak apa-apa. Mana mungkin aku membiarkan kau yang membayarnya” jawab Sungmin
“Oppa walaupun penampilannya manis ternyata gentleman juga ya” Sunny tersenyum
“Hahahha apa maksudmu? Aku kan memang seorang gentlemen”
“Oiya oppa. Besok tidak ada acara radio ya?”
“Iya. Acaranya hanya 2 kali seminggu”
“Ohh” Sunny menghembuskan napasnya tampak kecewa
“Kenapa kau tampak kecewa? Ingin terus bertemu dengan ku yaaaa???” goda Sungmin sambil menggelitik pinggang Sunny.
“Ihh apa sih oppa. Tidak ko.. hanya saja berarti aku besok benar-benar tidak ada kegiatan.”
“Oh kamu tidak ada latihan dengan SNSD?”
“Iya oppa”
“Oh sama dong. Aku juga besok nganggur. Ah senangnya bisa diam seharian di dorm.”
“Oppa tidak berencana untuk pergi bersama oppa-oppa yang lain?”
“Tidak. Kalau ada hari libur aku paling senang menghabiskan waktu sendirian.”
“Ahh begitu ya..” kata sunny pelan. “Ah kita sudah sampai oppa. Aku duluan ya. Terima kasih” Sunny langsung masuk ke dormnya. ‘Sayang sekali Sungmin oppa ingin beristirahat sendirian, aku.. sedikit kecewa dia tidak mengajakku pergi.. Ehh Yah! Sunny memangnya kamu siapa nya Sungmin oppa? Aku ini memang bermimpi. Pabo! Pabo! Pabo!’ ia melangkah masuk ke ruang tengah sambil memukul kepalanya.
“Yah! Sunny kenapa kau memukul kepalamu seperti itu? Sakit kepala?” tanya Sooyoung
“Ah tidak” kata Sunny sambil lalu dan bergabung dengan Sooyoung dan Tiffany di ruang tengah.
“Besok mau kemana Sunny? Yang lain sih sudah pulang ke rumah masing-masing. Huh sebal! Aku juga mau pulang ke rumah ku!!” kata Tiffany
“Rumah Tiffany kan di Amerika! Tidak, aku mau di dorm saja” kata Sunny lesu teringat Sungmin yang hanya berencana untuk diam di dorm selama liburan.
“Kenapa kamu tidak pulang saja? Rumahmu kan dekat?” tanya Sooyoung yang tengah berkemas.
“Ah iya juga ya.. Sooyoung mau kemana?” tanya Sunny
“Aku akan menginap di rumah teman! Hehehe” seru Sooyoung sambil membentuk tanda ‘peace’ dengan tangannya.
“Aishh!! Aku tidak mau tinggal sendirian di dorm!” seru Tiffany seraya mengambil handphone nya “Halo? Ini Tiffany!” terdengar Tiffany menyapa temannya di telepon, “tidak, aku hanya sedang tidak ada kegiatan” terdengar jeda menadakan temannya diseberang sana sedang berbicara, “Ah benarkah! Uwaaa.. aku senang sekali! Tunggu ya aku akan segera datang” Tiffany menutup teleponnya dan segera berlari ke kamar mandi.
“Mau kemana? Ko buru-buru?” tanya Sunny
“Teman-temanku sekarang sedang makan malam diluar dan mereka mengajakku! Sepertinya aku juga akan menginap juga! Ahh hari libur begini dan menghabiskan waktu dengan teman, bukankah itu sempurna?” Tiffanny berjalan dengan riang.
“Kau akan pulang sekarang?” tanya Sooyoung
“Apa? Ah tidak. Besok saja aku lelah sekali. Kau pergi kapan?” tanya Sunny lesu
“Temanku sebentar lagi menjemput..” tidak lama handphone Sooyoung berbunyi, “Ah.. sepertinya temnaku sudah sampai, bye bye Sunny. Bilang pada Tiffany aku sudah berangkat”
“Bye! Selamat bersenang-senang Sooyoung!”
“Ne!” lalu Sooyoung pergi.
“Sooyoung sudah berangkat?” Tiffany muncul dari kamar mandi sudah berdandan dan berpakaian lengkap.
“Iya” jawab Sunny
“Kalau begitu aku pergi juga ya? Kau tidak apa sendirian di dorm?”
“Tidak apa-apa. Besok juga aku akan pulang ke rumah”
“Ah baiklah kalau begitu. Hati-hati ya bye!” seru Tiffany lalu pergi.
Sunny hanya memandang Tiffany pergi keluar dan menghembuskan nafas lesu “Apa aku pulang ke rumah saja ya? Atau aku tinggal di dorm saja ya? Aisshh.. besok hari libur tapi kenapa begitu menyusahkan!”
Lalu handphone Sunny berbunyi, Sunny meliriknya sekilas “Ah sms” lalu melihat handphonenya dan terkejut “Eh! Sungmin oppa?!”

Sunny sudah tidur?

Belum oppa

Kenapa? Kamu tidak lelah?

Sebentar lagi tidur ko oppa. Oppa sendiri belum tidur?

Aku mau tidur. Tapi kyuhyun berisik sekali, ia sedang main game.

Hahaha disana ramai ya? Lebih baik oppa. Di sini sepi sekali!

Kenapa? Yang lain sudah tidur semua?

Bukan. Yang lain pergi semua.

Loh? Kamu sendirian di dorm?

Iya

Tidak ada balasan lagi dari Sungmin. “Oppa sudah tidur barangkali ya? Yasudah deh aku juga siap-siap tidur” ketika Sunny bersiap untuk tidur handphonenya berbunyi lagi. “Eh oppa membalas” ia menghempaskan badannya ke tempat tidur dan membaca smsnya.

Kamu sendirian? Mau aku temani?

“EEEEHHH????!!!” Sunny berteriak dan bangkit tiba-tiba sampai terjatuh dari tempat tidur!

To be continued ^^

Sunny Sungmin fanfiction*Sunny Sungmin fanfiction*Sunny Sungmin fanfiction